Materi Database Server

Tujuan Umum

Peserta didik memahami konsep, fungsi, dan peran Database Server, serta mampu menginstal, mengkonfigurasi, dan mengelola layanan database server dalam jaringan komputer.

Tujuan Khusus (Kompetensi yang Diharapkan)

Setelah mempelajari materi Database Server, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian dan fungsi Database Server dalam jaringan.
  2. Membedakan jenis-jenis Database Server populer seperti MySQL, MariaDB, PostgreSQL, dan SQL Server.
  3. Menginstal layanan Database Server di sistem operasi jaringan (Linux/Windows).
  4. Mengkonfigurasi database server agar dapat diakses secara lokal maupun remote.
  5. Membuat, mengelola, dan memodifikasi database serta tabel menggunakan perintah SQL dasar.
  6. Menambahkan dan mengatur hak akses pengguna database (user privileges).
  7. Menghubungkan database server dengan aplikasi lain (misalnya CMS atau web server).
  8. Melakukan backup dan restore database.
  9. Melakukan troubleshooting dasar pada layanan database server.

 

Pengertian Database Server

Database server adalah komputer atau perangkat lunak yang menyediakan layanan penyimpanan, pengelolaan, dan pengambilan data untuk klien (aplikasi atau pengguna lain) melalui jaringan.

Contoh: Saat kamu login ke aplikasi, data akunmu diambil dari database server.

 

           Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=rKaq-WeHRqE

Fungsi Utama Database Server

  1. Menyimpan Data Secara Terpusat

o    Menyimpan data dalam bentuk terstruktur (seperti tabel, baris, kolom).

o    Contoh: data pengguna, transaksi, inventaris.

  1. Menyediakan Akses Data

o    Melayani permintaan dari klien (misalnya aplikasi web) untuk membaca atau menulis data.

  1. Menjaga Konsistensi dan Integritas Data

o    Menggunakan sistem manajemen (DBMS) untuk menjaga agar data tetap valid dan konsisten.

  1. Menangani Banyak Pengguna Sekaligus (Concurrency)

o    Memungkinkan banyak pengguna mengakses dan memodifikasi data pada waktu yang sama tanpa konflik.

  1. Menjamin Keamanan Data

o    Mengatur siapa yang boleh mengakses atau mengubah data (melalui autentikasi dan otorisasi).

  1. Melakukan Backup dan Recovery

o    Menyediakan mekanisme pencadangan dan pemulihan data saat terjadi kerusakan.

 

 Komponen Dasar Database Server

Komponen

Fungsi

DBMS (Database Management System)

Perangkat lunak pengelola database (misalnya MySQL, PostgreSQL)

Database

Tempat penyimpanan data yang terstruktur (tabel, view, index)

Query Processor

Menerjemahkan perintah dari klien (SQL) menjadi aksi ke data

Storage Engine

Sistem yang mengatur bagaimana data disimpan di disk

User Interface/API

Jalur komunikasi antara klien dan database (CLI, GUI, REST API, dsb)

 

Jenis-Jenis Database Server Berdasarkan Struktur Data

Jenis

Ciri-ciri

Contoh

Relasional (RDBMS)

Data disimpan dalam tabel yang saling terkait

MySQL, PostgreSQL, Oracle DB

NoSQL

Tidak menggunakan tabel tetap; fleksibel

MongoDB, Cassandra, Redis

In-Memory

Menyimpan data di RAM, sangat cepat

Redis, Memcached

Cloud Database

Di-host di layanan cloud, elastis

Amazon RDS, Firebase, Azure SQL

 

Contoh Database Server Populer

Nama

Jenis

Keterangan

MySQL

Relasional

Open-source, sangat umum digunakan

PostgreSQL

Relasional

Lebih kompleks, mendukung fitur lanjutan

MongoDB

NoSQL

Menyimpan data dalam bentuk dokumen JSON

Redis

In-Memory

Sangat cepat, sering digunakan untuk cache

Microsoft SQL Server

Relasional

Terintegrasi dengan sistem Windows

Oracle Database

Relasional

Digunakan di perusahaan besar, sangat kuat

 

 

Berikut adalah penjelasan lengkap tentang jenis-jenis database server, yaitu perangkat lunak atau sistem yang digunakan untuk mengelola dan menyediakan akses ke database:

1. MySQL Server

  • Jenis: Relational Database Server (RDBMS)
  • Lisensi: Open-source (juga tersedia versi komersial oleh Oracle)
  • Kelebihan: Ringan, populer, mudah digunakan, komunitas luas
  • Digunakan oleh: WordPress, Joomla, Facebook (awal)
  • Sistem Operasi: Windows, Linux, macOS

2. PostgreSQL Server

  • Jenis: Relational Database Server (RDBMS)
  • Lisensi: Open-source
  • Kelebihan: Mendukung fitur lanjutan seperti JSON, indexing kompleks, transaksi ACID kuat
  • Digunakan oleh: Instagram, Reddit
  • Sistem Operasi: Windows, Linux, macOS

3. Microsoft SQL Server

  • Jenis: Relational Database Server
  • Lisensi: Komersial (proprietary)
  • Kelebihan: Integrasi mendalam dengan Windows dan .NET, GUI user-friendly (SQL Server Management Studio)
  • Digunakan oleh: Aplikasi berbasis Windows dan enterprise
  • Sistem Operasi: Windows (versi terbaru juga mendukung Linux)

4. Oracle Database Server

  • Jenis: Relational Database Server (Enterprise-grade)
  • Lisensi: Komersial (proprietary)
  • Kelebihan: Sangat kuat dan aman, cocok untuk sistem besar dan mission-critical
  • Digunakan oleh: Bank, perusahaan besar, sistem ERP
  • Sistem Operasi: Windows, Linux, UNIX

5. MongoDB Server

  • Jenis: NoSQL (Document-based)
  • Lisensi: Open-source (dengan opsi komersial)
  • Kelebihan: Menyimpan data sebagai dokumen JSON fleksibel, cocok untuk data tidak terstruktur
  • Digunakan oleh: eBay, Forbes, Expedia
  • Sistem Operasi: Windows, Linux, macOS

 6. Redis Server

  • Jenis: In-memory, Key-Value NoSQL Database
  • Lisensi: Open-source
  • Kelebihan: Sangat cepat karena data disimpan di RAM; cocok untuk cache dan real-time analytics
  • Digunakan oleh: GitHub, Twitter, StackOverflow
  • Sistem Operasi: Windows (tidak resmi), Linux, macOS

 7. MariaDB Server

  • Jenis: Relational Database (Fork dari MySQL)
  • Lisensi: Open-source
  • Kelebihan: Kompatibel dengan MySQL, lebih terbuka, dikembangkan oleh komunitas
  • Digunakan oleh: Wikipedia, WordPress.com
  • Sistem Operasi: Windows, Linux, macOS

8. IBM Db2

  • Jenis: Relational Database Server
  • Lisensi: Komersial
  • Kelebihan: Cocok untuk kebutuhan bisnis besar, mendukung data relasional dan non-relasional
  • Digunakan oleh: Perusahaan-perusahaan besar, industri finansial
  • Sistem Operasi: Windows, Linux, UNIX

 9. Couchbase Server

  • Jenis: NoSQL (Document-Oriented + Key-Value)
  • Lisensi: Komersial
  • Kelebihan: Skalabilitas tinggi, cocok untuk aplikasi mobile dan cloud
  • Digunakan oleh: LinkedIn, PayPal
  • Sistem Operasi: Linux, Windows

10. Amazon Aurora / RDS (Cloud Database Server)

  • Jenis: Relational (MySQL/PostgreSQL compatible)
  • Platform: Cloud (AWS)
  • Kelebihan: Otomatis scaling, backup, pemulihan, sangat stabil
  • Digunakan oleh: Banyak aplikasi berbasis cloud
  • Sistem Operasi: Dikelola sepenuhnya oleh AWS (serverless)

Ringkasan Tabel

Nama Database Server

Tipe

Sistem Operasi

Lisensi

Cocok Untuk

MySQL

Relasional

Win/Linux/macOS

Open-source

Website, CMS

PostgreSQL

Relasional

Win/Linux/macOS

Open-source

Data kompleks, aplikasi besar

SQL Server

Relasional

Windows, Linux

Komersial

Aplikasi Windows, enterprise

Oracle DB

Relasional

Win/Linux/UNIX

Komersial

Bank, perusahaan besar

MongoDB

NoSQL

Win/Linux/macOS

Open-source

Data fleksibel, app modern

Redis

In-memory

Linux/macOS

Open-source

Cache, analytics cepat

MariaDB

Relasional

Win/Linux/macOS

Open-source

Alternatif MySQL

IBM Db2

Relasional

Win/Linux/UNIX

Komersial

Industri skala besar

Couchbase

NoSQL

Linux, Windows

Komersial

App real-time, mobile

Amazon RDS/Aurora

Cloud

Serverless (AWS)

Komersial

App cloud, auto-scale

 

Kelebihan Database Server

1. Menyediakan Akses Terpusat

  • Kelebihan: Database server memungkinkan akses ke data secara terpusat, sehingga mempermudah pengelolaan dan kontrol. Pengguna dari berbagai lokasi dapat mengakses data dari server yang sama.
  • Contoh: Pengguna di berbagai lokasi geografis yang mengakses database pusat di cloud atau di server perusahaan.

2. Keamanan yang Ditingkatkan

  • Kelebihan: Database server menyediakan fitur keamanan yang kuat, seperti autentikasi pengguna, kontrol akses, dan enkripsi data, untuk melindungi data sensitif.
  • Contoh: Server database dapat diatur untuk membatasi akses hanya pada pengguna tertentu yang memiliki hak akses.

3. Manajemen Data yang Terstruktur

  • Kelebihan: Dengan database server, data disimpan secara terstruktur (terutama pada RDBMS), yang memudahkan pencarian dan pemeliharaan data dalam jumlah besar.
  • Contoh: Database relasional seperti MySQL atau PostgreSQL memungkinkan pencarian dan penyaringan data dengan menggunakan query SQL.

4. Transaksi yang Konsisten (ACID)

  • Kelebihan: Banyak database server (seperti MySQL dan PostgreSQL) mendukung prinsip ACID (Atomicity, Consistency, Isolation, Durability), yang menjamin konsistensi dan integritas data dalam transaksi.
  • Contoh: Sistem perbankan yang membutuhkan transaksi yang konsisten dan dapat diandalkan.

5. Skalabilitas dan Kinerja

  • Kelebihan: Beberapa database server dapat diskalakan untuk menangani lebih banyak data dan pengguna, baik secara vertikal (meningkatkan kemampuan server) atau horizontal (menambah lebih banyak server).
  • Contoh: Amazon Aurora dapat mengelola beban aplikasi yang besar dan memiliki kemampuan auto-scaling untuk aplikasi berbasis cloud.

6. Backup dan Pemulihan Data

  • Kelebihan: Database server sering memiliki mekanisme backup otomatis dan recovery data untuk melindungi data dari kehilangan akibat kerusakan atau bencana.
  • Contoh: Backup otomatis di MySQL atau PostgreSQL untuk mencegah kehilangan data penting.

7. Pengelolaan Pengguna dan Akses

  • Kelebihan: Database server dapat mengelola berbagai tingkat akses pengguna, memungkinkan hak akses yang berbeda sesuai dengan peran pengguna (admin, user biasa, dll).
  • Contoh: Administrator dapat memberi izin baca atau tulis kepada pengguna berdasarkan kebutuhan.

 

Kekurangan Database Server

1. Biaya dan Sumber Daya

  • Kekurangan: Pengoperasian database server, terutama untuk database enterprise seperti Oracle atau Microsoft SQL Server, seringkali memerlukan biaya lisensi yang tinggi serta sumber daya perangkat keras yang lebih besar.
  • Contoh: Biaya lisensi Oracle bisa sangat mahal, sementara penggunaan server cloud seperti AWS atau Azure juga memerlukan biaya berlangganan yang terus berjalan.

2. Pemeliharaan dan Administrasi

  • Kekurangan: Mengelola database server, baik di server lokal atau cloud, memerlukan pemeliharaan rutin dan keterampilan teknis. Administrasi yang buruk bisa menyebabkan masalah performa atau bahkan kehilangan data.
  • Contoh: Penyimpanan data yang tidak terkelola dengan baik di database bisa menyebabkan degradasi performa.

3. Keterbatasan dalam Pengelolaan Data Tidak Terstruktur

  • Kekurangan: Untuk database server yang berbasis relasional (RDBMS), pengelolaan data tidak terstruktur atau semi-terstruktur (seperti gambar, video, log, JSON) bisa lebih sulit dibandingkan dengan NoSQL.
  • Contoh: Menggunakan database relasional untuk aplikasi yang banyak menangani data JSON atau gambar besar bisa menjadi kurang efisien.

4. Kinerja Menurun pada Skalabilitas Tinggi

  • Kekurangan: Database server relasional bisa mengalami penurunan performa saat menangani volume data yang sangat besar, terutama jika data sangat terdistribusi dan terpusat.
  • Contoh: Query yang melibatkan penggabungan beberapa tabel besar bisa menjadi lambat pada server yang tidak teroptimalkan.

5. Resiko Keamanan dan Kerentanannya

  • Kekurangan: Database server yang tidak terkonfigurasi dengan benar atau yang rentan terhadap kerentanannya bisa menjadi target serangan (misalnya SQL Injection, pencurian data).
  • Contoh: Jika keamanan diabaikan, database dapat terkena serangan dan data sensitif bisa bocor.

6. Ketergantungan pada Koneksi Jaringan

  • Kekurangan: Jika database server di-host di cloud atau pada server eksternal, aplikasi yang mengaksesnya akan bergantung pada kualitas jaringan. Koneksi lambat atau terputus dapat mempengaruhi performa aplikasi.
  • Contoh: Jika aplikasi berbasis cloud terhubung ke database yang ada di pusat data yang berbeda atau menggunakan koneksi jaringan yang buruk, aplikasi akan lambat.

7. Pengelolaan Data yang Kompleks pada Aplikasi Besar

  • Kekurangan: Database server untuk aplikasi besar atau distribusi data sangat kompleks, dan pengelolaan data bisa menjadi sangat rumit, terutama dalam hal pemeliharaan dan pengelolaan relasi antar data.
  • Contoh: Dalam sistem yang sangat besar seperti e-commerce, pengelolaan transaksi dan data pengguna yang sangat banyak bisa menyebabkan masalah performa jika tidak dikelola dengan baik.

 

Tabel Ringkasan Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan

Kekurangan

Akses data terpusat dan mudah dikelola

Biaya operasional tinggi (terutama untuk enterprise)

Keamanan data terjamin (enkripsi, akses terkontrol)

Pemeliharaan dan administrasi teknis yang rumit

Manajemen data terstruktur dan konsisten

Sulit untuk menangani data tidak terstruktur (NoSQL)

Mendukung transaksi ACID yang kuat

Penurunan performa saat skalabilitas sangat tinggi

Dukungan backup dan pemulihan data

Kerentanannya terhadap serangan jika tidak dikelola dengan baik

Pengelolaan hak akses pengguna

Ketergantungan pada koneksi jaringan stabil

Skalabilitas baik (terutama pada cloud)

Pengelolaan data kompleks pada aplikasi besar

 

Desain By Ahfid Bahtiar